DPRD Kota Padang Aktif Dorong Percepatan Pemulihan Suplai Air Bersih Pascabanjir
Daerah | Selasa, 30 Desember 2025 23:29:28 WIB
Siagaonline.com, Padang - DPRD Kota Padang mengambil peran aktif dalam memastikan pemulihan layanan dasar masyarakat pascabanjir besar yang melanda kota tersebut. Melalui fungsi pengawasan dan koordinasi, DPRD mendorong percepatan pemulihan suplai air bersih yang terganggu, dengan fokus pada evaluasi kondisi infrastruktur dan penyusunan strategi penanganan.
Rapat Kerja Fokus pada 15 Intake Terdampak
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat kerja Komisi II bersama Perumda Air Minum (AM) Kota Padang pada Selasa (2/12/2025) pukul 10.00 WIB. Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada kondisi 15 intake Perumda yang terdampak banjir, dengan tujuan mendapatkan gambaran teknis rinci untuk menyusun strategi distribusi yang tepat.
"Kami ingin mengetahui secara jelas kondisi 15 intake yang dimiliki. Dari situ dapat dipetakan wilayah mana yang masih bisa dioptimalkan, terutama di luar Padang Utara, meskipun kemungkinan distribusi harus dilakukan secara bergilir," ujar Muharlion.
Padang Utara Jadi Kawasan Krusial
Kawasan Padang Utara menjadi titik perhatian utama, karena dari tujuh intake di wilayah tersebut yang memiliki kapasitas normal sekitar 800 liter per detik, pascabanjir hanya tersisa sekitar 210 liter per detik yang dapat beroperasi – menyebabkan kekurangan sekitar 600 liter per detik.
"Kami tidak hanya membahas di rapat, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan," tegasnya.
Optimalisasi Intake Palukahan sebagai Langkah Cepat
Sebagai langkah awal pemulihan, optimalisasi intake Palukahan menjadi opsi yang paling memungkinkan dilakukan dalam waktu singkat. Melalui sejumlah rekayasa teknis, kapasitas intake tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi sekitar 250 liter per detik dalam beberapa hari ke depan, meskipun angka tersebut belum final.
Usulan Peminjaman Pompa untuk Intake Latung
Tantangan terberat terdapat pada intake Latung yang mengalami kerusakan parah, dengan tiga pompa utama tidak dapat difungsikan dan menyebabkan distribusi air terhenti sepenuhnya. Pada kondisi normal, intake ini memiliki kapasitas 200 liter per detik.
"Jika harus menunggu pompa baru, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua bulan. Pemesanan memang sudah dilakukan, tetapi waktu tunggu tersebut terlalu lama untuk kondisi darurat. Karena itu, kami mengusulkan opsi peminjaman pompa dari daerah lain seperti Bekasi, Tangerang, Medan, Palembang, atau Bogor," pungkas Muharlion.
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke:
0852-6599-9456
Via E-mail:
[email protected] / [email protected]
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda) |
Komentar Anda :